Penyebab dan Solusi Mengatasi Anak Terlambat Bicara

Penyebab dan Solusi Mengatasi Anak Terlambat Bicara
sumber:ytimg.com

 

Penyebab dan Solusi Mengatasi Anak Terlambat Bicara yang perlu orang tua pahami, namun Anak terlambat bicara adalah tipe ketertinggalan perubahan yang umum terjadi. Terlambatnya bicara pada anak umumnya memiliki sifat sebentar. Tetapi, pada beberapa kasus, keadaan ini menjadi pertanda ada masalah pendengaran atau perubahan anak.

 

Masalah bicara dan bahasa kerap dirasakan anak, dimulai dari bicara yang tidak terang sampai kesusahan mengutarakan apa yang mereka perlukan. Keadaan ini sering membuat beberapa orangtua cemas dan memperbandingkan anak mereka dengan anak lain seusianya. Walau sebenarnya, perubahan bicara setiap anak dapat berbeda.

 

Penyebab dan Solusi Mengatasi Anak Terlambat Bicara

Penyebab ketertinggalan bicara pada anak dapat muncul karena bermacam factor, diantaranya:

  • Dibesarkan di lingkungan dengan lebih satu bahasa atau bilingual
  • Kesusahan pahami kalimat atau cari kalimat
  • Masalah pendengaran
  • Abnormalitas susunan rongga mulut, misalkan karena bibir sumbing atau abnormalitas lidah
  • Gagap
  • Pengabaian dari orang sekeliling
  • Masalah spektrum autisme

Tingkatan Perubahan Bicara Anak

Walau tahapan perubahan bicara setiap anak berbeda, ada dasar dasar yang biasa dipakai untuk menghitung kekuatan bicara anak. Ini dapat menjadi dasar apa anak memerlukan kontribusi atau mungkin tidak.

 

Berikut tingkatan perubahan bicara anak sama sesuai umurnya:

Umur tiga bulan

Bayi umur tiga bulan “bicara” dengan suara yang tidak mempunyai makna atau dapat disebut bahasa bayi. Pada umur ini, dia kemungkinan semakin banyak berbicara memakai gestur, misalkan dengan tersenyum saat menyaksikan atau dengarkan suara ibunya.

 

Umur enam bulan

Masuk umur enam bulan, bayi mulai keluarkan beberapa suara yang didengar lebih terang suku ucapnya, walaupun tidak mempunyai makna, seperti “da-da” atau “ba-ba”. Di akhir umur enam bulan, bayi bisa memakai suara ini untuk ekspresikan rasa suka atau mungkin tidak sukai, tidak cuma dengan menangis.

 

Yang perlu untuk dipahami , pada umur ini bayi bisa menyaksikan ke yang memunculkan suara, memerhatikan alunan musik, dan melihat saat namanya diundang.

 

Umur 12 bulan

Bayi biasanya bisa ucapkan kata “mama” atau “ayah” dan tirukan kalimat yang dia dengar. Pada umur setahun ini, dia juga dapat pahami beberapa perintah seperti, “Mari, kesini” atau “Mengambil botolnya”.

 

Umur 18 bulan

Di umur ini, bayi umumnya bisa ucapkan sekitaran 10-20 kata awal. Tetapi, normal bila ada sejumlah kata yang belum juga tahu penyuaraannya seperti kata “makan” disebut “mam”.

 

Pada umur 18 bulan, bayi telah mengenal nama orang, benda, dan bagian-bagian badan. Dia bisa juga ikuti panduan simpel yang dibarengi dengan pergerakan.

 

Umur 24 bulan

Bayi umur dua tahun umumnya bisa ucapkan minimal 50 kata dan berbicara menggunakan 2 kosakata seperti “ingin susu”. Dia mulai pahami pertanyaan simpel.

 

Umur 3-5 tahun

Kosakata yang dipunyai anak pada umur 3-5 tahun akan bertambah secara cepat. Pada umur tiga tahun, mayoritas anak bisa tangkap sekitaran 300 kosakata baru. Mereka juga dapat pahami perintah yang lebih panjang, seperti, “Mari, bersihkan kaki dan sikat gigi,” atau, “Membuka sepatunya, lalu tukar pakaian.”

 

Pada umur empat tahun, biasanya anak bisa bicara memakai kalimat yang lebih panjang dan menerangkan sebuah kejadian. Sementara pada umur lima tahun, mereka bisa bercakap-cakap sama orang lain.

 

Langkah Menstimuli Kekuatan Bicara Anak

Tidak boleh yakin pada dogma jika anak dapat belajar bicara sendirinya. Peranan aktif Bunda jadi orang paling dekat Si Kecil benar-benar punya pengaruh pada perubahan bicaranya. Ada beberapa cara yang dapat dilaksanakan untuk menggairahkan kekuatan berbicara anak. Berikut salah satunya:

 

1. Turuti semua ucapannya

Lihat beberapa suara yang terkata dari Si Kecil. Walau Bunda tidak pahami tujuannya, ulang kembali suaranya seperti yang Bunda tangkap. Dengan demikian, Si Kecil akan berasa sedang bicara dengan Bunda dan melatih diri untuk mengikuti kalimat dan suara bicara Bunda.

 

Ini tentu saja akan memerlukan saat yang lama . Maka, bersabarlah dan masih tetap beri Si Kecil peluang sebanyak-banyaknya untuk “mengobrol” dengan Bunda.

 

2. Bicara sekalian bergerak

Saat bicara dengan Si Kecil, Bunda harus juga aktif bergerak dan gesturf. Misalkan, ucapkan, “Mari, kita minum susu,” sekalian menggoyang-goyangkan botol susu atau, “Cintai bonekanya, ya,” sekalian mengelus-ngelus boneka tesebut. Begitupun saat mengajarkannya mengenali beberapa bagian badan.

 

3. Lakukan membuat cerita

Walau Si Kecil tidak dapat bicara seperti orang dewasa, Bunda masih tetap dapat menggunakan pembicaraan setiap hari saat berbicara dengannya. Misalkan, saat menggunakankan pakaian pada Si Kecil, Bunda dapat bicara, “Ini hari Adik gunakan pakaian pola bunga-bunga untuk bermain ke taman,” sekalian menunjukkan pakaiannya.

 

Ini dapat menolong Si Kecil pahami object tertentu lewat pengucapan Bunda. Aplikasikanlah ini pada aktivitas yang lain, seperti saat mandi, memberinya makan, atau menukar popok.

 

Lakukan selalu bicara memakai kalimat komplet padanya. Misalnya, saat dia menunjuk ke boneka yang ada di atas meja. Bunda janganlah lekas ambilkannya. Lebih bagus ucapkanlah satu atau dua kalimat seperti, “Kamu ingin bermain dengan boneka ini?” Saat ia memberi respon dengan anggukan atau senyum, Bunda langsung bisa memberinya.

 

4. Bermain bersama

Saat mempunyai anak, kadang orangtua harus dapat bersandiwara jadi anak kecil. Bawalah Si Kecil untuk bermain, bermain peranan, atau memikirkan suatu hal untuk meningkatkan kekuatan verbalnya. Misalkan, Bunda dapat ajak Si Kecil untuk berpura-pura menghubungi Ayah dengan telephone mainan.

 

5. Puji perubahannya

Selalu berikan sanjungan, senyum, dan dekapan setiap kali Si Kecil keluarkan suara atau kosakata baru yang bagus. Secara umum, bayi belajar bicara dari reaksi beberapa orang disekelilingnya.

 

Kunci khusus menggairahkan mengembangnya kekuatan bicara anak dengan banyak-banyak berbicara dengannya. Yakinkan Bunda selalu menggunakan tanggapan yang positif dan penuh kasih-sayang.

 

Bila Bunda berprasangka buruk Si Kecil terlambat bicara, tidak boleh dahulu terlampau cemas, ya, Bun. Pada intinya, tiap anak mempunyai kecepatan tumbuh berkembang yang berbeda. Walau demikian, jika anak terlambat bicara, seharusnya dia masih tetap dibawa ke dokter agar dapat diberi pengatasan bila memang diketemukan ada abnormalitas.

sumber:alodokter.com

Baca Juga: Penyebab dan solusi gagap pada anak

, ,

Post navigation

barara

Im a designer and blogger

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *