Syarat dan Cara Daftar BPJS Kesehatan untuk Bayi Baru Lahir

Syarat dan Cara Daftar BPJS Kesehatan untuk Bayi Baru Lahir

Syarat dan Cara Daftar BPJS Kesehatan untuk Bayi Baru Lahir
sumber:dexecure.net

Syarat dan Cara Daftar BPJS Kesehatan untuk anda bunda yang baru melahirkan bayi dan memulai berpikiran masalah agunan kesehatan si anak? Tidak perlu kebingungan, daftarkan saja ke Tubuh Pelaksana Agunan Sosial (BPJS) Kesehatan . Sehingga jika buah kesayangan Anda memerlukan perawatan klinis, ongkosnya dijamin instansi itu.

Kedatangan anak sebagai karunia paling indah untuk tiap pasangan suami istri. Apa saja akan dilaksanakan orang-tua supaya anak tumbuh sehat. Tetapi namanya bayi baru lahir, mekanisme ketahanan tubuhnya belum prima, hingga riskan diserang bermacam penyakit, seperti demam, batuk pilek, sakit kuning, sembelit, dan yang lain.

Demikian sang kecil sakit dan harus selekasnya dibawa ke puskesmas atau rumah sakit, tanpa berpikir panjang pasti dilaksanakan orang-tua, walau diperjalanan, hati Anda akan kacau dengan rasa kuatir atas penyakit dan ongkos penyembuhan anak. Apa lagi upah ngepas, tidak punyai dana genting.

Sebenarnya untuk Anda yang telah mendaftar bayi Anda sebagai peserta BPJS Kesehatan, permasalahan ongkos tidak lagi momok. Tetapi untuk yang masih belum, masalah itu dapat buat sangat pusing. Jalan paling akhir, pinjam uang untuk ongkos berobat anak.

Disini keutamaan BPJS Kesehatan yang bakal membuat perlindungan bayi Anda dari bermacam resiko penyakit . Sehingga selekasnya daftarkan bayi Anda yang baru lahir ke BPJS Kesehatan, karena ini menjadi kewajiban orang-tua yang disebut instruksi Ketentuan Presiden (Perpres) Nomor 82 Tahun 2018 mengenai Agunan Kesehatan.

Daftarkan Bayi Anda 28 Hari Semenjak Lahir

Perpres No. 82/2018, Pasal 16 ayat (1) menyebutkan, bayi baru lahir dari peserta Agunan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) harus didaftarnya ke BPJS Kesehatan paling lama 28 hari semenjak dilahirkan . Sehingga demikian telah tercatat sebagai peserta BPJS, bayi Anda segera mendapatkan faedah agunan kesehatan. Saat sakit tiba-tiba, ongkosnya dijamin BPJS Kesehatan.

Faedah agunan kesehatan ini mencakup, servis kesehatan tingkat pertama (pengecekan, penyembuhan, dan diskusi medis; obat-obatan; transfusi darah; dan beberapaya); rawat jalan (pengecekan, penyembuhan, dan diskusi oleh dokter specialist, pemulihan klinis, servis darah, dan lainnya); dan rawat inap.

Kebalikannya bila dalam kurun waktu 28 hari, bayi yang baru dilahirkan tidak didaftarnya ke BPJS Kesehatan, harus ongkos perawatan sampai beberapa obat sang bayi dijamin orang-tua. Karena itu penting sekali nih mam untuk selekasnya mendaftar bayinya.

Buat orang-tua yang terdaftar peserta JKN-KIS gratis atau Yang menerima Kontribusi Pungutan (PBI), sama Pasal 10 Perpres No. 82/2018, bayi yang baru dilahirkan automatis aktif sebagai peserta PBI. Sesudah didaftarnya ke BPJS Kesehatan, resiko kesehatan bayi Anda langsung akan di-cover BPJS.

Contoh Kasus

Diambil dari situs sah BPJS Kesehatan, bayi yang baru dilahirkan tidak hanya didaftarkan saja, tetapi juga harus bayar pungutan. “Pungutan untuk bayi baru lahir dibayar oleh peserta atau faksi lain atas nama peserta di saat mendaftarkan paling lama 28 hari semenjak dilahirkan,” bunyi Pasal 28 ayat (6).

Bila didaftarkan saja tanpa bayar pungutan, agunan kesehatan tidak berlaku. Begitupula jika orang-tua sang bayi belum jadi peserta JKN-KIS awalnya . Sehingga ketentuan mainnya jika ingin ongkos perawatan dijamin BPJS Kesehatan, ketentuannya: orang-tua ialah peserta JKN-KIS aktif, mendaftar bayinya yang baru lahir ke BPJS Kesehatan, sekalian bayar pungutan teratur.

Agunan kesehatan tidak berlaku jika ibu dan bayinya telah pulang ke rumah, tetapi belum mendaftar dan bayar pungutan untuk bayinya yang baru lahir dalam periode waktu 28 hari.

  • Contoh kasus: Bayi dilahirkan 3 Januari 2019, peserta dan bayinya telah jalani periode perawatan dan pulang ke rumah 7 Januari 2019. Selanjutnya peserta (orang-tua) mendaftarkan dan bayar pungutan bayinya 12 Januari 2019.

Dalam kasus itu, pertanggungan atas ongkos servis kesehatan saat bayi dirawat tidak ditanggung BPJS Kesehatan, meskipun bayi sudah didaftarkan dalam periode waktu 28 hari semenjak bayi dilahirkan.

Cara Daftar BPJS Kesehatan untuk Bayi Baru Lahir

Syarat daftar BPJS Kesehatan untuk bayi yang baru lahir, diantaranya:

1. Surat info lahir dari bidan atau rumah sakit

2. KTP orang-tua

3. Kartu Keluarga (KK) Asli

4. Kartu JKN-KIS atau BPJS Kesehatan orang-tua

Cara daftar BPJS Kesehatan untuk bayi yang baru lahir benar-benar gampang, prosesnya:

1. Tiba ke kantor cabang atau kantor pusat BPJS Kesehatan

2. Menyertakan syarat atau document di atas

3. Sesudah mengurusi, kartu langsung aktif waktu itu.

Harus diingat, sesudah melahirkan, orang-tua harus mendaftar bayinya ke BPJS Kesehatan dalam kurun waktu 3×24 jam atau saat sebelum pulang ke rumah supaya pertanggungan agunan kesehatan berlaku. Karena jika sudah pulang ke rumah, baru daftar dan bayar pungutan, penjaminan tidak berlaku.
Tidak Daftarkan Bayi ke BPJS Kesehatan, Akan Terkena Ancaman

Di Pasal 16 ayat (2) Perpres No. 82 Tahun 2018, menyebutkan peserta yang tidak mendaftar bayi (ke BPJS Kesehatan paling lama 28 hari semenjak dilahirkan) dikenakan ancaman sesuai ketetapan ketentuan perundang-undangan. Ancaman berbentuk denda servis saat bayinya memperoleh service rawat inap.

Bila tidak bayar pungutan dalam kurun waktu 28 hari semenjak bayi dilahirkan, status kepesertaan bayi jadi non-aktif. Bill pungutan dihitung semenjak bayi dilahirkan (tertagih lewat Virtual Akun/VA keluarga di bulan selanjutnya).

Ini berlaku untuk peserta JKN-KIS status Karyawan Yang menerima Gaji (PPU) Pelaksana Negara, Karyawan Yang menerima Gaji (PPU) Badan Usaha (BU), dan peserta Bukan Karyawan Yang menerima Gaji (PBPU).

7 Catatan Penting

Masih diambil dari situs sah BPJS Kesehatan, ada 7 poin utama yang penting dipahami orang-tua yang ingin mendaftar bayinya yang baru lahir ke BPJS Kesehatan:

1. Bayi yang didaftarkan dalam kurun waktu 28 hari semenjak dilahirkan tidak terkena periode klarifikasi kelaikan registrasi sepanjang 14 hari, hingga status kepesertaan peserta bayi itu dapat segera aktif dan bisa dipakai.

2. Pungutan bayi terhitung semenjak bayi lahir sampai umur 24 bulan (2 tahun), baik pernah atau memang belum pernah terhubung servis.

3. Pungutan bayi menjadi satu dengan VA keluarganya.

4. Denda servis diberi jika bayi tidak didaftarkan dan bayar pungutan paling lama 28 hari semenjak dilahirkan.

5. Bayi lahir wafat tidak dikenai bill pungutan, tetapi rumah sakit tidak bisa menagihkan ongkos servis bayi itu ke BPJS Kesehatan.

6. Bayi lahir hidup, selanjutnya wafat sepanjang didaftarkan dalam kurun waktu 28 hari, karena itu pungutan ditagihkan semenjak bayi lahir, dan ongkos servis kesehatan bayi sepanjang dirawat ditanggung.

7. Penjaminan bayi tidak diberi jika status ibu belum jadi peserta JKN-KIS.

Melengkapi dengan Asuransi Kesehatan

Beberapa orang berasumsi punyai BPJS Kesehatan saja cukup. Tak perlu kembali asuransi kesehatan. Walau sebenarnya sebenarnya asuransi kesehatan mempunyai kelebihan, salah satunya bisa memikul ongkos penyakit yang tidak ditanggung BPJS Kesehatan.

Disamping itu, jaringan rumah sakit asuransi kesehatan swasta lebih luas, bahkan juga sampai rumah sakit luar negeri dan pengatasan dapat semakin cepat . Sehingga melengkapi pelindungan kesehatan Anda dengan asuransi kesehatan.

Baca Juga : cara cek status e-ktp online

, ,

Post navigation

barara

Im a designer and blogger

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *