Syarat dan Cara Mengurus KTP Anak lengkap

Syarat dan Cara Mengurus KTP Anak lengkap

Syarat dan Cara Mengurus KTP Anak lengkap
sumber:kontan.co.id

Syarat dan Cara Mengurus KTP Anak harus kita ketahui caranya, agar mudah pada saat kita ingin membantu anak kita untuk membuatnya. Salah satunya program yang baru dari pemerintahan sekarang ini ialah Program Kartu Identitas Anak (KIA) atau KTP Anak. Program ini selalu dipacu oleh pemerintahan pusat dan digagas semenjak tahun 2016 kemarin. Gagasannya program KTP Anak ini mulai berlaku secara nasional di tahun 2019 kedepan. Beberapa program pemercepatan selekasnya dibikin dan akan diawali di tahun 2018 dan 2019 kedepan.

Untuk memberikan dukungan program itu orangtua ikut serta dalam pengerjaan KIA, karena beberapa anak tentunya cuman akan turut apa yang dilaksanakan orang tuanya. Bila dahulu orangtua dalam masalah ini ibu yang baru melahirkan anaknya perlu mengurusi akte lahir, sekarang ada tambahan pekerjaan yakni mengurusi KIA. Sesudah KIA usai, anak itu telah dipandang legal sebagai WNI.

Menurut pemerintahan, pemerlakukan KTP anak gagasannya akan berlaku dengan bertahap sampai 2019 atas alasan bujet yang ada, karena sekarang ini ada seputar 79 juta anak di Indonesia. Pola berfungsinya KTP Anak dengan bertahap, di mana wilayah yang masih belum mendapatkan gantian pemerlakukan karena itu kedepan akan susul wilayah selanjutnya seperti yang sudah ditata dalam Ketentuan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) No 2 Tahun 2016 berkenaan Kartu Identitas Anak.

Dasar Hukum dan Ketentuan yang Mengendalikan Mengenai Kartu Identitas Anak (KIA)

Proses pengerjaan kartu itu bisa diawali bersamaan dengan keluarnya ketentuan Menteri Dalam Negeri yang mengharuskan semua anak mempunyai identitas diri. Awal tahun 2016 semua anak harus mempunyai KTP berbentuk Kartu Identitas Anak (KIA). Semua ketetapan dan peraturan berkenaan KIA ini merujuk pada Ketentuan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Permendagri Nomor 2 Tahun 2016 Mengenai Kartu Identitas Anak.

Kartu Identitas Anak seterusnya bisa menjadi identitas sah anak sebagai bukti diri anak yang berumur kurang dan 17 tahun dan belum menikah yang nanti diedarkan oleh Dinas Kependudukan dan Pendataan Sipil Kabupaten/Kota.

Pemerintahan mengeluarkan KIA mempunyai tujuan untuk tingkatkan pencatatan, pelindungan dan servis khalayak. KIA sebagai usaha pemerintahan dalam memberi pelindungan dan pemenuhan hak konstitusional masyarakat negara Indonesia.

Segalanya berkaitan KIA ini ditata dalam payung hukum tertentu, sebagai berikut ini:

  • Pasal 27 UU No. 35/2014 mengenai Pengubahan Atas UU No. 23/2002 mengenai Pelindungan Anak
  • UU No. 23/2006 mengenai Administrasi Kependudukan, seperti sudah diganti dengan UU 24 tahun 2013.

Bila Anda ingin lebih detil berkaitan tehnis KIA, karena itu dapat pelajari ketentuan tertera di atas.

Kartu Identitas Anak (KIA), Memudahkan Anak untuk Memperoleh Service Khalayak

KTP untuk dewasa dan KIA untuk anak mempunyai peranan yang relatif sama yakni jadi tanda pengenal atau bukti diri yang syah saat lakukan servis khalayak seperti saat mengurusi paspor atau untuk kepentingan yang lain sejauh ini memakai syarat akte kelahiran.

Kenapa perlu mengurusi KIA? Apa keadaan sekarang ini sudah membutuhkan? Bila kita perhatikan dan lalui sejauh ini, praktik pengurusan administrasi kependudukan anak sekarang ini relatif kurang efektif. Misalkan untuk mengurusi service administrasi khalayak, sekarang ini anak disuruh bawa akta kelahiran untuk yang masih belum sekolah atau bila anak telah sekolah identitasnya berbentuk kartu siswa. Akta kelahiran sendiri cukup rawan untuk bawa-bawa, selai memiliki bentuk pun tidak “moveble” maknanya berbentuk selembar akte/surat yang mustahil ditempatkan dompet hingga relatif sulit dibawa kemana saja. Karena ada KIA, yang mempunyai ide seperti Kartu Tanda Warga (KTP) karena itu semua identitas akan terdaftar dalam kependudukan masing-masing wilayah hingga membuat proses seperti pada atas makin lebih gampang dan efektif kembali.

Atas dasar pertimabangan di atas, sama seperti yang ditata dalam Ketentuan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Permendagri Nomor 2 Tahun 2016 Mengenai Kartu Identitas Anak, pemerintahan pada akhirnya membuat tingkatan pemerlakukan program KIA sebagai berikut ini:

  1. Tahun awal program yakni Tahun 2016, pemerintahan cuman berlakukan di 50 wilayah saja, beberapa salah satunya ialah Malang, Jogja, Pangkalpinang, dan Makassar
  2. Tahun ke-2 yakni 2017, capaiannya semakin bertambah sampai 108 wilayah
  3. Program akan jadi berlanjut dan ditarget tahun 2019 telah terwujud semua

Karena ada Kartu Identitas Anak (KIA) untuk anak yang berumur 0 sampai saat sebelum umur 17 tahun diinginkan mempermudah anak dalam mengurusi bermacam document kependudukan.

Periode Berlaku KIA dan Faedahnya untuk Anak

Salah satunya background terbitnya ketentuan berkenaan KIA ini untuk mempermudah proses pencatatan warga yang masih belum masuk umur 17 tahin (umur KTP). KIA ini sendiri kelak berlaku dari lahir sampai kelak waktunya anak berkewajiban mempunyai e-KTP. Dengan kehadiran KIA pemerintahan makin lebih gampang kembali pada tingkatkan kualitas servis khalayak untuk beberapa anak karena kecuali sebagai pengenal, KIA mempermudah anak agar bisa terhubung servis khalayak secara berdikari, seperi misalkan beberapa anak nanti bila ada program dari pemerintahan mereka dapat memperoleh sarana misalnya pengurangan harga pada bidang pengajaran, kesehatan, olahraga, atau pariwisata dengan hanya memakai kartu ini.

Antara faedah arah KIA diantaranya ialah seperti berikut :

  • KIA diperuntukkan sebagai usaha untuk penuhi hak anak.
  • KIA dapat dipakai untuk syarat mendaftarkan sekolah.
  • KIA juga bisa dipakai sebagai bukti diri sang anak sebagai data identitas saat buka tabungan atau menabung di bank.
  • KIA berlaku untuk proses mendaftarkan BPJS.
    Bila terjadi permasalahan contoh kasus wafat pada anak, karena itu proses analisis mayat dengan korban beberapa anak itu bisa juga memakai KIA untuk mengurusi claim santunan kematian.
  • KIA memudahkan proses pengerjaan document keimigrasian.
  • Dan yang tidak kalah keutamaan, KIA berguna untuk menahan berlangsungnya perdagangan anak.

KIA tersebut diawali dan diaplikasikan pada 2016, yaitu pada anak yang sudah mempunyai akta kelahiran sesuai tingkatan seperti pembahasan di atas.

Mengenali KTP Anak, Tipe dan Didalamnya sama Permendagri No 2 Tahun 2016 Mengenai Tentang Kartu Identitas Anak

Sekarang ini pemerintahan mengenalkan dua tipe Kartu Identitas Anak yakni KIA untuk barisan umur anak umur 0 sampai 5 tahun, dan KIA untuk barisan umur 5-17 tahun. Perannya sama cuman berlainan dari didalamnya saja. Beberapa info yang tercantum salah satunya ialah nomor induk kependudukan, nama orangtua, alamat, dan photo. Perbedaannya dengan KTP dewasa ialah jika KTP anak ini tidak mengikutkan chip electronic. Disamping itu ada ketidaksamaan yang lain yakni:

  • Untuk KIA 0-5 tahun tanpa memakai photo
  • Sedang KIA umur 5-17 tahun kurang sehari memakai photo.

Untuk step awalnya, wujud KTP-nya masih biasa, belum KTP electronic. Baru jika nanti umur anak telah capai 18 tahun ke atas, baru harus alat rekaman sesuai KTP electronic sama seperti yang ada saat ini. Berikut syarat dan proses pengerjaan KIA itu:

  • Syarat untuk bikin KTP anak untuk 5-17 tahun ialah harus mempunyai akte kelahiran, memberikan KTP orangtua, Kartu Keluarga (KK) dan menyertakan photo ukuran 2×3.

Proses pengerjaan KIA sendiri berjalan dalam dua step yakni:

  1. Untuk anak yang berusia 0 tahun sampai lima tahun diberi KIA yang tidak dibarengi photo.
  2. Sesudah anak berusia lima tahun sampai 17 tahun (kurang satu hari) diberi KIA dengan tampilkan photo pemilik kartu.
  3. Sesudah anak berusia 17 tahun ditukar dan diedarkan KTP electronic.

Proses pengurusan dan penerbitan KIA itu sekalian akan diedarkan juga akte kelahiran anak dan kartu keluarga (KK) orangtua. Karena penerbitan KIA dilaksanakan sesudah penerbitan NIK (Nomor Induk Kependudukan) sebagai dasar penerbitan akte kelahiran dan kartu keluarga (KK).

Syarat dan Cara Mengurus KTP Anak (KIA)

Jadi orang tua atau calon orangtua, karena itu saat anda mempunyai anak yang baru lahir, karena itu KTP Anak akan diedarkan bertepatan dengan penerbitan akta kelahiran ketika orang tua mengurusi akta kelahiran itu. Untuk yang saat berfungsinya ketetapan ini belum berumur 5 tahun dan belum mempunyai KIA, karena itu proses pengurusannya harus penuhi syarat sebagai berikut ini:

  1. Foto copy cuplikan akte kelahiran dan memperlihatkan cuplikan akte kelahiran aslinya
  2. KK asli orangtua/wali; dan
  3. KTP asli ke-2 orangtuanya/wali.

Dengan mempunyai KIA maknanya seorang anak akan mempunyai identitas sah kependudukan untuk yang berumur di bawah 17 tahun dan belum menikah.

Sedang, untuk anak WNI yang sudah berumur 5 tahun dan sekarang ini belum mempunyai KIA karena itu proses pengurusannya harus juga penuhi syarat sebagai berikut ini:

  • Foto copy cuplikan akte kelahiran dan memperlihatkan cuplikan akte kelahiran aslinya
  • KK asli orang-tua/wali.
  • KTP asli ke-2 orangtuanya/wali.
  • Cocok photo Anak warna ukuran 2 x 3 sekitar 2 (dua) helai.

Kecuali WNI, ada pula kasus bila misalkan ada anak masyarakat negara asing yang tinggal di Indonesia, tetapi ingin memperoleh KIA, karena itu syarat yang perlu disanggupi ialah:

  1. Foto copy paspor dan ijin tinggal masih.
  2. KK Asli orangtua/wali.
  3. KTP electronic asli ke-2 orangtuanya.

Tata Cara Pengurusan Pasal 13 Permendagri Nomor 2 Tahun 2016 Mengenai Kartu Identitas Anak

Bila kita dalami selanjutnya, pada Pasal 13 Permendagri Nomor 2 Tahun 2016 Mengenai Kartu Identitas Anak, diterangkan berkenaan tata cara pengerjaan KTP anak seperti berikut:

  1. Pemohon atau orang-tua anak memberikan syarat penerbitan KIA dengan memberikan syarat ke Dinas Kependudukan dan Pendataan Sipil (Dukcapil).
  2. Kepala Dinas tanda-tangani dan mengeluarkan KIA.
  3. KIA bisa dikasih ke pemohon atau orangtuanya di kantor Dinas atau kecamatan atau dusun/kelurahan.
  4. Dinas dapat mengeluarkan KIA dalam servis keliling di beberapa sekolah, rumah sakit, taman bacaan, lokasi hiburan beberapa anak dan tempat service yang lain, supaya lingkup pemilikan KIA bisa optimal.

Sedang untuk anak masyarakat asing, proses pengerjaan KTP Anak menurut Permendagri di atas ialah:

  • Untuk anak yang sudah mempunyai paspor, orang-tua anak harus melapor ke Dinas dengan memberikan syarat untuk mengeluarkan KIA.
  • Kepala Dinas tanda-tangani dan mengeluarkan KIA.
  • KIA bisa dikasih ke pemohon atau orangtuanya di kantor Dinas.

Kartu Identitas Anak, Ketahui Faedah dan Maksudnya, Urus Selekasnya Proses Pembikinannya

Program KIA di atas baik untuk mempermudah administrasi untuk anak sekalian mempermudah pemerintahan dalam memberi service khalayak. Orangtua semestinya pahami lebih detail mengenai program itu hingga terjadi kolaborasi yang bagus di antara pemerintahan dan orangtua untuk kesuksesannya program KIA itu.

Semoga artikel Syarat dan Cara Mengurus KTP Anak lengkap ini bermanfaat.

Baca Juga : Cara cek KTP online 

, ,

Post navigation

barara

Im a designer and blogger

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *