Cara dan Syarat untuk Membuat KK (Kartu Keluarga)

Cara dan Syarat untuk Membuat KK

Syarat dan Cara Membuat KK Baru
sumber : cermati.com

Cara dan Syarat untuk Membuat KK perlu diketahui terutama bagi mereka yang baru saja menikah dan memiliki anggota keluargabaru. Kartu   keluarga (KK) jadi salah satu perihal penting untuk jadi perhatian, terlebih bila Anda baru saja menikah dan mempunyai keluarga baru. Pada keadaan semacam ini, sebaiknya Anda selekasnya mengurusi dan membuat kartu keluarga yang baru dan terpisah dari ke-2 keluarga, yakni keluarga Anda dan keluarga pasangan Anda. Ini akan membuat bermacam masalah administrasi keluarga baru Anda akan jadi lebih cepat dan mudah prosesnya.

 

Kartu keluarga sebagai kartu identitas untuk sebuah keluarga yang berisi bermacam data penting, seperti nama, formasi anggota keluarga, jalinan, pekerjaan tiap anggota keluarga, dan bermacam info penting yang lain. Bila menyaksikan perannya, pemilikan kartu keluarga ialah sebuah hal yang harus.

 

Dalam pemakaiannya, kartu keluarga akan kerap digunakan untuk syarat khusus dalam pengurusan administrasi dan bermacam dokumen penting. Misalkan, pengerjaan akte kelahiran untuk anak, registrasi anak masuk sekolah, pergantian KTP, dan bermacam masalah yang terkait dengan perbankan akan memerlukan kartu keluarga sebagai syaratnya.

 

Cara dan Syarat untuk Membuat KK

 

Untuk bikin kartu keluarga yang baru, pasti memerlukan waktu lumayan lama. Karena ada banyak step yang perlu Anda lewati untuk mengurusi hal itu. Anda harus mengurusinya seperti proses dan ketetapan yang berjalan. Stepnya diawali dari tingkat Rukun Tetangga (RT) sampai ke Kantor Dinas Kependudukan dan Pendataan Sipil (Dukcapil) di wilayah Anda.

 

Pada intinya, kartu keluarga akan ditukar setiap ada pengubahan dalam formasi anggota keluarga, baik ada anggota keluarga yang menyusut atau yang semakin bertambah didalamnya. Ada beberapa argumen sebagai pemicu berlangsungnya pengubahan formasi dalam kartu keluarga, misalkan kematian, pernikahan, kelahiran, perpisahan, dan bermacam argumen yang lain.

 

Berdasar ketentuan yang berjalan, setiap terjadi pengubahan formasi anggota keluarga dalam kartu keluarga, karena itu Anda sebagai kepala keluarga wajib buat memberikan laporan hal itu ke kantor kelurahan paling lamban 14 hari sesudah ada pengubahan itu.

 

Dalam tiap proses laporan itu, Anda harus bawa dua helai kartu keluarga, yakni helai yang tersimpan Anda sebagai kepala keluarga dan helai yang tersimpan Ketua RT. Proses laporan ini selanjutnya akan diteruskan ke Ketua RW dan seterusnya ke kantor kelurahan.

 

Syarat dan Cara Membuat KK Baru
image : kompas.com

Berikut ini ada banyak point berkenaan proses dan syarat dalam penerbitan kartu keluarga yang baru.

 

1. Penerbitan Kartu Keluarga untuk Pasangan Baru

 

Untuk pasangan yang baru menikah, pengerjaan kartu keluarga dapat dilaksanakan selekasnya sesudah pernikahan usai dikerjakan. Berikut proses dan syarat yang diperlukan dalam pengurusan kartu keluarga.

 

  • Minta surat pengantar pengerjaan kartu keluarga baru dari Ketua RT di tempat.
  • Bawa surat pengantar itu ke Ketua RW dan minta stempel RW.
  • Bawa surat pengantar itu dan dengan syarat yang lain ke kantor kelurahan dan isi formulir
  • permintaan kartu keluarga baru di situ.

 

Adapun syarat yang diperlukan dalam membuat kartu keluarga untuk pasangan yang baru menikah, diantaranya:

 

  • Surat pengantar dari RT yang sudah distempel di RW.
  • Foto copy buku nikah/akte perkawinan.
  • Surat info berpindah (untuk anggota keluarga pendatang).

2. Bila Terjadi Tambahan Anggota Keluarga (Kelahiran)

Bila ingin menukar kartu keluarga karena berlangsungnya tambahan anggota keluarga baru (kelahiran putra/putri), Anda harus menyiapkan syarat-syarat, salah satunya:

  • Surat pengantar dari RT/RW.
  • Kartu kaluarga yang lama.
  • Surat info kelahiran putra/putri Anda yang bakal jadi anggota keluarga baru dalam kartu keluarga.

 

Hal ini umumnya terjadi bila mempunyai sanak keluarga yang tinggal bersama-sama dengan Anda. Umumnya Anda harus mendaftarkannya jadi anggota keluarga dalam kartu keluarga dan membuatkannya KTP yang baru di alamat tinggal Anda (bila yang menumpang telah mempunyai KTP awalnya).

Syarat-syarat yang perlu disiapkan, salah satunya:

  1. Surat pengantar dari RT/RW.
  2. Kartu keluarga yang lama.
  3. Surat info berpindah tiba.
  4. Surat info tiba di luar negeri (untuk WNI yang tiba di luar negeri).
  5. Paspor, ijin tinggal masih, dan surat info catatan kepolisian/surat tanda lapor diri (untuk WNA).

4. Pergantian karena Ada Pengurangan Anggota Keluarga

Syarat yang perlu diperlengkapi dalam pergantian karena ada pengurangan anggota keluarga, yakni:

  • Surat pengantar dari RT/RW.
  • Kartu keluarga yang lama.
  • Surat Info Kematian (untuk yang wafat).
  • Surat Info Berpindah (untuk yang pindah)

5. Pergantian Kartu Keluarga Karena Hancur atau Raib

Bila punya niat untuk menukar kartu keluarga karena ada kerusakan atau kartu keluarga raib, Anda harus lengkapi syarat-syarat, yakni:

  1. Surat pengantar dari RT/RW.
  2. Surat Info Kehilangan dari Kepolisian.
  3. Kartu Keluarga yang hancur (kasus KK yang hancur).
  4. Foto copy dokumen kependudukan dari salah satunya anggota keluarga.
  5. Dokumen keimigrasian untuk orang asing.

Proses pengisian formulir permintaan pengerjaan kartu keluarga yang baru akan dilaksanakan di kantor kelurahan di tempat dengan bawa syarat-syarat diperlukan. Seterusnya, Anda akan bawa formulir itu ke kantor kecamatan dan ajukan proses penerbitan kartu keluarga yang baru di situ. Mengarah pada UU Nomor 24 Tahun 2013 Pasal 79A, pengurusan dan penerbitan dokumen wargaan seumpama kartu keluarga tidak diambil ongkos/gratis.

 

Baca juga :

 

Melengkapi Ketentuannya supaya Proses Pengurusan Berjalan Lancar

 

Kartu keluarga jadi salah satunya dokumen yang penting, khususnya dalam pengurusan bermacam masalah administrasi kependudukan. Tidak boleh menahan-nahan untuk mengurusinya selekasnya, baik membuat baru atau lakukan pengubahan didalamnya. Melengkapi semua syarat yang disuruh supaya pengurusan kartu keluarga dapat berjalan mulus dan tidak menjumpai masalah.

Cara Cetak Kartu Keluarga dari Rumah

 

Sekarang, kamu tidak perlu repot kembali bertandang ke kantor Dukcapil paling dekat cuman untuk mengurusi Kartu Keluarga (KK).

 

Sesudah kamu ketahui cara membuat Kartu Keluarga, sekarang kamu dapat mencetaknya langsung dari rumah lho.

 

Bila umumnya KK diciptakan dalam tipe kertas security printing berhologram, sekarang kamu dapat mencetaknya langsung di selembar kertas biasa.

 

Tidak boleh cemas, Kartu Keluarga kamu tetap berkekuatan hukum.

 

Karena, ada code pemindai berupa quick response (QR) di sudut kanan bawah dari kertas yang diciptakan berdikari dari rumah.

 

Code QR ini ialah tanda-tangan electronic sebagai pertanda orisinalitas data, alternatif tanda-tangan, dan cap basah.

 

Untuk ketahui orisinalitas dokumen, cukup dekatkan code QR ini dengan piranti handphone pandai (handphone) dan aktifkan model pemindai QR di masing-masing piranti.

 

Lalu, sambungkan dengan situs situs www.dukcapil.kemendagri.go.id. Nanti, penyekenan ini akan tampilkan data komplet dari tiap-tiap anggota keluarga. Jika dokumen itu asli, karena itu dalam hasil scan akan ada tanda contreng warna hijau.

 

Tidak itu saja, ada tanda dokumen aktif, Nomor Induk Kependudukan (NIK) pemohon, nama pemohon dan nomor dokumen. Jika dokumen itu palsu atau mungkin tidak sesuai yang ada pada database, maka ada contreng warna merah.

 

Merilis indonesia.go.id, di bawah ini beberapa langkah yang dapat kamu kerjakan untuk cetak Kartu Keluarga dari rumah:

Cara dan Syarat untuk Membuat KK (Kartu Keluarga)

  1. Sampaikan permintaan pembuatan dokumen kependudukanmelalui situs situs www.dukcapil.kemendagri.go.id dan program service kependudukan yang dibikin oleh masing-masing kantor Dukcapil.
  2. Sertakan nomor hp atau alamat e-mail yang dapat dikontak.Ini bermanfaat untuk terima data dokumen kependudukan yang bakal dikirim petugas dukcapil berbentuk pola digital atau Portable Dokumen Pola (PDF).
  3. Sesudah ajukan permintaan, petugas dinas Dukcapil selanjutnya akan mengolahnya.
  4. Permintaan servis kependudukan yang sudah diolah selanjutnya ditetapkan lewat proses tanda-tangan electronic (TTE) berbentuk pemindai code QR oleh kepala dinas Dukcapil di tempat
  5. Program Mekanisme Info Administrasi Kependudukan (SIAK) akan mengirim pemberitahuan lewat service pesan singkat (SMS) dan e-mail berbentuk info link situs situs Dukcapil dan PDF.
  6. Bertepatan dengan dikirimkannya pemberitahuan dari program SIAK, faksi dinas Dukcapil di tempat akan memberikan Individual Identification Number (PIN).
    • PIN ini dapat dipakai untuk buka service itu.
    • PIN ini memiliki sifat rahasia dan jangan ditebarluaskan pada pihak lain.
  7. Bila semua dokumen yang dikirim petugas Dukcapil lewat e-mail berbentuk PDF telah kamu terima, check kembali data diri di KK itu. Bila ada kekurangan atau kekeliruan data, selekasnya melapor lewat situs situs www.dukcapil.kemendagri.go.id.
  8. Bila data telah seperti, karena itu kamu langsung bisa mencetaknya dari rumah.
  9. Taruh file data digital berformat PDF tersebbut di computer atau netbook.

Dengan demikian, kamu dapat cetak kembali Kartu Keluarga saat dibutuhkan. Itu cara membuat Kartu Keluarga dan syarat dan cara mencetaknya dari rumah. Semoga artikel Cara dan Syarat untuk Membuat KK (Kartu Keluarga) bermanfaat.

 

Baca Juga :

, ,

Post navigation

barara

Im a designer and blogger

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *