Perbedaan Sertifikat HGB dan SHM untuk legalitas

Perbedaan Sertifikat HGB dan SHM

perbedaan sertifikat HGM dan SHM
sumber : detik.com

Perbedaan Sertifikat HGB dan SHM adalah hal yang perlu kita ketahui terlebih dahulu sebelum kita membeli sebuah rumah atau tanah. Dalam alasan Anda beli rumah, tidak cuma keadaan rumah saja yang penting. Anda pun harus pintar mengenal status rumah yang bakal dibeli.

 

Untuk Anda yang merencanakan beli rumah atau yang telah mempunyai rumah, pasti pernah dengar istilah SHM dan HGB. Apa sesungguhnya makna istilah ini? Kenapa penting untuk pahaminya? Ketidaksamaan SHM dan HGB ialah suatu hal yang perlu Anda ketahui lebih dulu, karena kuat hubungannya dengan validitas dan jenjang status pemilikan satu bangunan atau tanah.

 

SHM atau Sertifikat Hak Punya dan Hak Buat Bangunan (HGB) tentu saja punyai kelebihan serta kekurangan semasing. Ketidaksamaan SHM dan HGB intinya ada di kemampuan validitasnya, di mana SHM mempunyai status yang semakin tinggi. Untuk keterangan selanjutnya tentang ketidaksamaan SHM dan HGB, berikut beberapa poin keterangan yang bakal diulas dalam artikel ini:

 

  • Apa Itu SHM dan HGB?
  • Mengenali HGB (Sertifikat Hak Buat Bangunan)
  • Mengenali SHM (Sertifikat Hak Punya)
  • Keutamaan Mengurusi Status HGB Jadi SHM
  • Ketidaksamaan SHM dan HGB
  • Proses untuk Mengganti HGB Jadi SHM
  • Ongkos Ekstensi HGB 2021

 

Baca Juga :

 

Nach, saat sebelum mengenali ketidaksamaan SHM dan HGB, silahkan baca point pertama berikut:

 

1. Apa Itu SHM dan HGB?

Validitas perlu Anda lihat, ditambah saat akan beli rumah atau bangunan lain. Hal tersebut mempunyai tujuan untuk menghindar permasalahan yang ada berkaitan validitasnya di masa datang. Janganlah sampai minat Anda pada suatu rumah jadikan Anda lupa dalam memeriksa status validitas rumah itu. Nach, supaya Anda tidak lagi salah dan dapat pahami ketidaksamaan SHM dan HGB, berikut penuturannya:

 

a. Mengenali HGB (Sertifikat Hak Buat Bangunan)

Seperti namanya, HGB atau Hak Guna Bangunan ialah wewenang yang diberi oleh pemerintahan atau satu hak yang didapat untuk memakai tempat yang bukan kepunyaannya sendiri dengan periode waktu 30 tahun dan bisa diperpanjang maksimal 20 tahun. Maknanya, pemilik sertifikat HGB cuman diberi kuasa untuk mendayagunakan tempat bagus untuk membangun bangunan atau kepentingan lain dalam periode waktu tertentu.

 

Pemilik property dengan status HGB cuman mempunyai bangunannya saja, sedang tanahnya masih punya negara. Dengan sertifikat HGB, Anda tidak langsung bebas dalam pemakaian lahannya karena harus sesuai hal pemberian izin. Supaya Anda bisa menyimak ketidaksamaan SHM dan HGB lebih cermat, baca tabel kekurangan dan kelebihan HGB berikut:

 

kelebihan :

  • Tidak perlu dana besar. Ongkosnya lebih murah daripada beli property dengan SHM.
  • Kesempatan usaha lebih terbuka. Property dengan status HGB umumnya jadi opsi untuk mereka yang tinggal dalam periode waktu sebentar.
  • Kecuali perseorangan dengan status WNI, tubuh hukum yang dibangun menurut hukum Indonesia dan berkedudukan di Indonesia menjadi subyek atau pemegang sertifikat HGB yang syah.

 

kekurangan :

  • Periode waktu terbatas. Pemegang sertifikat HGB cuman mempunyai periode gunakan optimal 30 tahun dan bisa diperpanjang untuk periode waktu paling lama 20 tahun.
  • Tidak bebas. Pemegang HGB tidak mempunyai hak penuh untuk mengganti atau mengalih fungsikan bangunan tanpa ijin dan kesepakatan dari pemilik tanah.
  • Lebih gampang dipindahkantangankan, sebagai peninggalan atau dalam jual-beli

 

b. Mengenali SHM (Sertifikat Hak Milik)

Sertifikat Hak Punya (SHM) atau hak punya ialah hak paling kuat dan paling tinggi atas tanah, memiliki sifat temurun, masih, dan berlaku sepanjang umur. SHM berkekuatan validitas yang tertinggi karena tidak ada terlibat faksi lain dalam miliknya. Karena status pemilikan ini, bangunan dengan SHM lebih gampang dipindahkantangankan, sebagai peninggalan atau dalam jual-beli.

 

Dengan begitu, pemegang sertifikat yang tertera dalam surat jadi pemilik sepenuhnya tanpa terlibat dan peluang pemilikan untuk faksi lain. Karena ini, nilai jual bangunan dengan SHM tertinggi, maka bila Anda akan melakukan investasi tanah atau property, SHM akan mempunyai nilai lebih.

 

2. Keutamaan Mengurusi Status HGB Jadi SHM

Ketidaksamaan SHM dan HGB tidak cuma pada status pemilikan atau periode waktu saja, tetapi juga pada keuntungannya dalam investasi property. Bila Anda beli rumah dengan niat untuk menjualnya kembali, karena itu ketidaksamaan SHM dan HGB ini penting untuk Anda ketahui. Status pemilikan rumah akan mempengaruhi nilai jualnya di masa datang.

 

Mempunyai property yang sepenuhnya hak punya Anda tentu saja memberi perasaan aman tertentu. Ini juga ketidaksamaan SHM dan HGB yang dapat Anda pikirkan. Bila sekarang ini rumah Anda masih dengan status HGB, sebaiknya menggantinya jadi hak punya. Tetapi, bila Anda sedang cari rumah dengan SHM di BSD, Tangerang Selatan, check listingnya.

 

3. Perbedaan Sertifikat HGB dan SHM

Nach, apa Anda telah memahami masing-masing kekurangan dan kelebihan dari SHM dan HGB? Masing-masing punyai daya magnet sendiri, ya. Untuk memudahkan pengetahuan Anda mengenai ketidaksamaan SHM dan HGB, berikut tabel perbandingannya:

SHM

  • Kuasa penuh atas tanah dan bangunan
  • Mempunyai nilai dan posisi yang semakin kuat dan tinggi
  • Dapat jadi jaminan atau agunan
  • Dianjurkan untuk investasi periode panjang

HGB

  • Kuasa pada bangunan tanpa tanah
  • Harus diperpanjang dalam waktu tertentu
  • Beresiko jadi Beban Hak Tanggungan
  • Dianjurkan untuk investasi periode pendek dan menengah

 

4. Proses untuk Mengganti HGB Jadi SHM

Ketidaksamaan SHM dan HGB rupanya lumayan banyak, ya? Bila sekarang ini rumah Anda masih dengan status HGB, apa Anda berminat untuk menggantinya jadi SHM? Tak perlu cemas, ketidaksamaan SHM dan HGB dapat disiasati dengan mengganti statusnya. Bila Anda akan mengganti HGB jadi SHM, turuti beberapa langkah berikut:

 

  1. Kunjungi Kantor BPN di daerah property yang berkaitan. Datangi loket servis dan berikan document syarat mengganti hak buat bangunan yang sudah dipersiapkan.
  2. Anda akan disuruh isi formulir permintaan yang bertanda tangan di atas materai. Didalamnya Anda harus isi pengakuan tanah tidak perselisihan, luas tanah yang diharapkan, pengakuan tanah terkuasai secara fisik, pengakuan jika tidak kuasai tanah lebih dari lima sektor untuk rumah tinggal.
  3. Membayar di loket pembayaran. Harga registrasi untuk luas tanah optimal 600 m2 ialah Rp 50 ribu.
  4. Anda bisa ambil SHM sesudah lima hari loket servis.
  5. Lebih detilnya, ada banyak document yang penting dipersiapkan untuk Anda yang luas lahannya tidak lebih dari 600 m2 dan di atas 600 m2, Berikut beberapa dokumen yang dibutuhkan untuk luas tempat di bawah 600 m2:
  6. Sertifikat asli HGB.Foto copy IMB (Ijin Membangun Bangunan) rumah.
  7. Foto copy SPPT PBB (Surat Pernyataan Pajak Terutang Pajak Bumi dan Bangunan) Tahun Berjalan.
  8. Foto copy Kartu Tanda Warga dan Kartu Keluarga.
  9. Surat pengakuan bermeterai jika tidak mempunyai tanah perumahan lebih dari 5 sektor. Seperti Keputusan Menteri Agraria/Kepala BPN No. 6 Tahun 1998 mengenai Pemberian Hak Punya Atas Tanah untuk Rumah Tinggal, Anda harus mengatakan jika SHM yang disuruh tidak melewati 5 sektor atau luas optimal 5.000 m2.
  10. Surat permintaan, berisi permintaan ke kepala kantor pertanahan lokasi tempat property ada.

 

Untuk permintaan dengan luas tanah di atas 600 m2, Anda wajib melakukan permintaan hak punya berbentuk konstatering report di BPN. Sesudah surat permintaan dan arsip diterima selengkapnya, seterusnya petugas pengukur dari BPN akan lakukan pengukur ke posisi. Hasil ukur ini akan tercantum dalam peta tanah yang berada di BPN.

 

Selanjutnya BPN akan mengeluarkan surat ukur yang diberi tanda tangan kepala seksi pengukur dan penskalaan. Seksi Pemberian Hak Tanah (PHT) seterusnya akan mengolah pemberian hak dengan mengeluarkan SK Hak berbentuk SK Hak Punya. Sertifikat akan diedarkan di seksi Registrasi Hak dan Info (PHI) berbentuk Sertifikat Hak Punya yang telah dicetak.

 

Baarara tips : Bila Anda tidak punyai beberapa waktu untuk mengurusi sendiri, seharusnya meminta kontribusi Notaris PPAT yang telah eksper. Tentu saja dengan ongkos tambahan juga.

 

5. Ongkos Ekstensi HGB 2021

Nach, bila ketidaksamaan SHM dan HGB tidak mempengaruhi keputusan Anda, dan Anda masih ingin menggenggam HGB, boleh-boleh saja. Anda bisa juga lakukan ekstensi HGB, lho. Pasti, ada persyaratan dan ongkos yang perlu dikeluarkan. Lalu, berapakah ongkos perpanjangannya sendiri?

Rumus penghitungan ongkos ekstensi HGB bisa mengarah pada Ketentuan Pemerintahan No. 46 Tahun 2002. Rumusnya ialah: (((jangka waktu ekstensi/30 tahun) x 1%) x NPT) x 50%. NPT di sini yaitu Nilai Pencapaian Tanah, yang telah dikurangkan NPT Tidak Terkena Uang Penghasilan (NPTTTKUP) lebih dulu. Anda dapat memperoleh nilai NPT dan NPTTTKUP dalam SPT PBB tanah yang akan diperpanjang.

 

Silahkan replikasikan dengan contoh nilai NPT sejumlah Rp 1,5 milyar:

((20/30) x 1%) x 1.500.000.000) x 50% = Rp 4.999.999 dibulatkan jadi Rp lima juta

 

Bukan nilai yang sedikit ya. Belum juga ongkos yang lain seperti ongkos pengukur tanah, ongkos registrasi, dan lain-lain. Maka bila Anda tidak cemas masalah ketidaksamaan SHM dan HGB, ekstensi ini kemungkinan bukan fokus Anda.

 

Itu ia ketidaksamaan SHM dan HGB yang telah diulas dengan dalam. Mudah-mudahan artikel ini memberi Anda cukup info hingga Anda dapat putuskan sertifikat yang mana harus diputuskan untuk property punya Anda. Ke-2 nya sama penting, jadi pikirkan masak-memasak opsi Anda saat sebelum beli.

 

Semoga artikel Perbedaan Sertifikat HGB dan SHM ini dapat bermanfaat.

 

Baca juga :

, , ,

Post navigation

barara

Im a designer and blogger

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *