Syarat dan Cara Mengurus Izin Mendirikan Bangunan (IMB)

Syarat dan Cara Mengurus Izin Mendirikan Bangunan
sumber : smartlegal.id

Syarat dan Cara Mengurus Izin Mendirikan Bangunan (IMB)

Syarat dan Cara Mengurus Izin Mendirikan Bangunan Perli kita ketahui sebelum kita ingin mendirikan bangunan, hal ini merupakan dasar kita untuk memiliki bangunan yang sah.

Banyak warga yang berasa malas untuk bikin sendiri surat Izin Mendirikan Bangunan (IMB) umumnya antara mereka malah memerintah seseorang atau calo karena tidak paham menahu mengenai cara mengurusi atau persyaratan IMB. Walau sebenarnya bila ingin ditangani, rupanya membuat surat izin mendirkan bangunan sangat gampang.

Mengurusi masalah validitas seperti IMB ini, pasti penting untuk mereka yang baru beli rumah, baik kontan atau kpr, karena bila property Anda tidak mempunyai beberapa surat beharga karena itu nilai property Anda akan menyusut atau kurang kuat dimata hukum.

Makna / Pemahaman IMB

Makna atau pemahaman IMB (Izin Mendirikan Bangunan) ialah produk hukum yang berisi kesepakatan atau hal pemberian izin yang dikeluarkan oleh Kepala Wilayah Di tempat (Pemerintahan kabupaten / kota) dan harus dipunyai / diurusi pemilik bangunan yang ingin membuat, menjatuhkan, menambahkan / kurangi luas, atau melakukan renovasi satu bangunan.

Kedatangan IMB (izin mendirikan bangunan) pada suatu bangunan sangat penting, karena mempunyai tujuan untuk membuat tatanan letak bangunan yang aman dan sesuai alokasi tempat. Bahkan juga kehadiran IMB juga diperlukan saat terjadi transaksi bisnis jual-beli rumah. Pemilik rumah yang tidak mempunyai IMB nanti akan dikenai denda 10 % dari nilai bangunan, rumah juga bisa juga dibedah.

Nach, untuk Anda yang sekarang ini masih bimbang bagaimana cara untuk mengurusi IMB, berikut beberapa syarat imb rumah tinggal atau non tinggal.

  • Persyaratan IMB Rumah Tinggal
  • Persyaratan Mengurusi IMB Rumah Tinggal
  • Foto copy KTP
  • Foto copy NPWP
  • Foto copy SPPT dan Bukti Pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan
  • Fokopi Sertifikat Tanah
  • Surat Kuasa (jika dikuasakan)
  • Surat pengakuan pemilikan tanah
  • Tingkatan Mengurusi IMB Rumah Tinggal

Untuk Anda yang mempunyai rumah di bawah 500 mtr. persegi, mengurusi IMB langsung bisa tiba kecamatan di loket Servis Terintegrasi Satu Pintu (PTSP) Kecamatan, kemudian Anda langsung bisa isi formulir untuk mengajukan pengukur tanah. 1 minggu selanjutnya petugas akan tiba ke rumah Anda dan menghitung dan membuat gambar denah rumah Anda, sesudah gambar jadi karena itu bisa jadi blueprint untuk IMB.

Lama Proses Pengerjaan IMB Rumah Tinggal

Sesudah gambar denah usai, baru proses mengajukan IMB dapat dikerjakan, periode waktu yang lama pengerjaan IMB sendiri dapat memerlukan waktu 15 hari kerja.

Ongkos Mengurusi IMB Rumah Tinggal

Ongkos pengurusan IMB sendiri dihitung berdasar luasan rumah itu, yaitu per mtr. persegi dikenai ongkos Rp 2.500.

Persyaratan IMB Non Rumah Tinggal / Bangunan Umum

Syarat / Persyaratan IMB Bangunan Umum (Non Rumah Tinggal s/d 8 lantai)

Untuk bikin IMB Bangunan Umum Non Rumah Tinggal (s/d 8 lantai) pemohon harus lengkapi beberapa persyaratan mengurusi IMB berbentuk :

  1. Formulir permintaan IMB
  2. Surat pengakuan tidak perselisihan (bermaterai)
  3. Surat Kuasa (bila dikuasakan)
  4. KTP dan NPWP ( pemohon dan/yang dikuasakan)
  5. Surat Pengakuan Keaslian dan Kebenaran Document
  6. Bukti Pembayaran PBB
  7. Akte Pendirian (Bila pemohon atas nama perusahaan/tubuh/yayasan)
  8. Bukti pemilikan tanah (surat tanah)
  9. Ketentuan Gagasan Kota (KRK)/RTLB
  10. SIPPT (untuk luas tanah > 5.000 m2)
  11. Gambar perancangan arsitektur (terdiri dari gambar keadaan, denah, terlihat, potongan, sumur serapan) diperkirakan oleh arsitek yang mempunyai IPTB, dikasih notasi GSB, GSJ dan batasan tanah)
  12. Gambar konstruksi dan penghitungan konstruksi dan laporan penyidikan tanah (diperkirakan oleh perencana konstruksi yang mempunyai IPTB)
  13. Gambar Instalasi (LAK/LAL/SDP/TDP/TUG)
  14. IPTB (Izin Aktor Tehnis Bangunan) arsitektur, konstruksi dan instalasi ( legalisir asli)
  15. IMB lama dan tambahannya (untuk permintaan mengubah/menambahkan bangunan)

Baca juga :

Syarat dan Cara Mengurus Izin Mendirikan Bangunan
image : smartlegal.id

Step Mengurusi IMB Bangunan Umum (Non Rumah Tinggal s/d 8 lantai)

Pertama pemohon tiba ke loket Servis Terintegrasi Satu Pintu (PTSP) kota Administrasi di mana Anda tinggal, selanjutnya isi formulir yang disodorkan, kemudian memberikan persyaratan atau document yang dibawa, selanjutnya arsip akan ditelaah dan akan di survey ke posisi.

Sesudah di survey selanjutnya petugas akan hitung besaran retribusi atau ongkos yang perlu dikeluarkan oleh pemohon, selanjutnya pemohon bayar retribusi yang diputuskan di bank DKI dan minta bukti pembayaran dan memberikannya ke loket PTSP kota Administrasi. Kemudian baru IMB bisa diambil oleh pemohon.

Ongkos Membuat IMB Bangunan Umum Non Rumah Tinggal (8 Lantai)

Untuk ongkosnya membuat IMB Bangunan Umum Non Rumah tinggal sendiri disamakan dengan Perda No satu tahun 2015 dengan berdasar luas bangunan x indek bangungan x harga unit retribusi.

Lama Proses Pengerjaan IMB Bangunan Umum Non Rumah Tinggal (8 Lantai)

Lama pengerjaan IMB sendiri ialah 25 hari kerja, semenjak document tehnis disepakati. Kalau sudah jadi IMB dapat diambil langsung di loket PTSP Kota Administrasi di tempat.

Persyaratan IMB Bangunan Umum (Non Rumah Tinggal) 9 lantai lebih

Nyaris sama dengan persyaratan membuat IMB Bangunan Umum untuk non rumah (s/d 8 lantai), untuk bangunan setinggi sembilan lantai lebih juga, harus memeuhi syarat-syarat di bawah ini :

  • Formulir Registrasi IMB
  • Foto copy KTP dan NPWP Pemohon
  • Foto copy Sertifikat Tanah, yang sudah dilegalisir Notaris,
  • Foto copy PBB Tahun akhir
  • Mengikutkan Ketentuan Gagasan Kota (KRK) dan Gagasan Tata Letak Bangunan (RTLB/
  • Blokplan) dari BPTSP
  • Memberikan foto copy Surat Izin Pemilihan Pemakaian Tanah (SIPPT) dari Gubernur, jika luas tanah wilayah rencana 5.000 M2 atau lebih.
  • Gambar perancangan arsitektur (terdiri dari gambar keadaan, denah, terlihat, potongan, sumur serapan) diperkirakan oleh arsitek yang mempunyai IPTB, dikasih notasi GSB, GSJ dan batasan tanah)
  • Referensi hasil kesepakatan Team Penasehat Arsitektur Kota (TPAK), jika luas bangunan 9 Lantai ataupun lebih,
  • Hasil Penyidikan Tanah yang dibikin oleh Konselor,
  • Kesepakatan Hasil Sidang TPKB, jika ketinggian bangunan 9 lantai ataupun lebih dan atau bangunan dengan lantai dasar lebih dari 1 lantai, atau bangunan dengan susunan khusus.
  • Gambar Instalasi (LAK/LAL/SDP/TDP/TUG)
  • Referensi UKL/UPL dari BPLHD jika luas bangunan 2.000 s/d 10.000 M2, atau Referensi AMDAL jika luas bangunan lebih dari 10.000 M2.
  • Surat Pemilihan Pemborong dan Direksi Pengawas Penerapan Bangunan dari Pemilik Bangunan.
  • Surat Kuasa (bila dikuasakan)

Jalur Membuat IMB Bangunan Umum (Non Rumah Tinggal) 9 Lantai ataupun lebih

Untuk mengurusi IMB Bangunan Umum (Non Rumah Tinggal) 9 lantai ini, tiap pemohon yang domisili di Jakarta lebih dulu isi formulir registrasi di loket Tubuh Servis Terintegrasi Satu Pintu (BPTSP) Kantor Propinsi DKI Jakarta.

Di situ pemohon diharuskan untuk mengikutkan syarat-persyaratan yang sudah ditetapkan, selanjutnya beberapa berkas yang sudah masuk akan ditelaah dan disidangkan oleh Team Penasehat Arsitektur Kota (TPAK). Sesudah lulus maka disidangkan kembali berdasar Pencanaan Susunan oleh Team Penasehat Konstruksi Bangunan (TPKB) dan Rencana Instalasi dan M&E ke Team Penasehat Instalasi Bangunan (TPIB).

Selanjutnya petugas akan hitung besarnya retribusi/ongkos IMB, kemudian pemohon harus selekasnya bayar ongkos retribusi IMB lewat Bank DKI dan minta tanda bukti pembayaran yang selanjutnya diberikan ke loket BPTSP di kantor Propinsi DKI Jakarta, kemudian karena itu arsip permintaan IMB bisa diedarkan.

IMB yang sudah diedarkan akan diumumkan lewat SMS atau telephone ke pemohon dan IMB bisa diambil oleh pemohon di loket PBTSP.

Ongkos Pengerjaan IMB Bangunan Umum Non Rumah Tinggal (9 Lantai Lebih)

Retribusi atau ongkos pengerjaan IMB ditata beradasarkan beberapa faktor, perhitungannya ialah seperti berikut, Luas Bangunan x indek x Harga Unit Retribusi (Sama seperti yang ditata dalam Perda No.satu tahun 2015

Lama Waktu Pengerjaan

Berdasar SK Gubernur No.129 tahun 2012, IMB dapat usai ditangani sepanjang 25 hari kerja, terhitung semenjak document tehnis disepakati.

Demikian artikel Syarat dan Cara Mengurus Izin Mendirikan Bangunan, semoga bermanfaat.

 

Baca Juga :

, ,

Post navigation

barara

Im a designer and blogger

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *