Pengertian Sertifikat Hak Milik (SHM) dan cara mendapatkanya

Pengertian Sertifikat Hak Milik (SHM)

Pengertian Sertifikat Hak Milik (SHM)
Image : lifepal.co.id

Pengertian Sertifikat Hak Milik (SHM) Ialah Bukti Kepemilikan Properti, Hak atas tanah ini sebagai bukti wewenang untuk menggunakan tanah yang berkaitan, meliputi bumi, air, dan ruangan yang ada dalam atasnya. Simak ulasan artikel Pengertian Sertifikat Hak Milik (SHM) berikut dengan seksama.

Menurut ketentuan perundang-undangan yang mengendalikan permasalahan pertanahan di Indonesia, yakni Undang-Undang Dasar Agraria atau dipersingkat UUPA, ada bermacam status hak atas tanah. Nach, hak atas tanah berikut yang dapat dipakai oleh seorang untuk menggunakan tanah yang berkaitan, mencakup bumi, air, dan ruangan yang ada dalam atasnya.

Pasal 16 UUPA memberi penjelasan, jika hak atas tanah bisa diperbedakan menjadi; hak milik, hak buat usaha, hak buat bangunan, hak gunakan, hak sewa, hak gadai, hak usaha untuk hasil, hak buka tanah, dan hak yang lain akan diputuskan dengan undang-undang.

 

Hak atas tanah ini bisa diberi dan dipunyai oleh orang, baik perorangan, seseorang, atau tubuh hukum. Walau semua hak atas tanah memberi wewenang untuk pemegangnya untuk memakai tanah yang tertera dalam sertifikat, tetapi masing-masing hak mempunyai ciri-ciri khusus. Arah pemakaian tanah dan batasan waktu pemakaian tanah juga berbeda di antara yang satu sama yang lain.

 

Bila Anda beli properti, khususnya tanah, satu perihal penting yang penting diingat ialah tipe sertifikatnya. Karena, sertifikat tanah ada beberapa macam. Sertifikat tanah ini jadi bukti hukum pemilikan. Sertifikat dengan kelas paling tinggi ialah sertifikat hak milik (SHM). SHM ialah tipe pemilikan terkuat dibandingkan HGU (Hak Buat Usaha), HGB (Hak Buat Bangunan), dan hak gunakan yang lain. Itu mengapa properti atau tanah dengan SHM umumnya dipasarkan tambah mahal daripada properti dengan sertifikat lain.

 

Apa yang membandingkan tanah SHM dengan sertifikat lain di atas? Kuncinya ialah pada tipe hak. Bila tanah dengan hak buat saja, karena itu pemilik sertifikatnya cuman memiliki hak memakai tanah itu. Umumnya hak fungsinya terbatasi waktu tertentu. Sedang dalam SHM ialah hak milik seutuhnya. Pemilik sertifikatnya memang seutuhnya mempunyai tanah itu, tanpa batasan waktu, dan dapat diturunkan. Mengarah pada Undang-Undang nomor 5 tahun 1960 mengenai Pokok-Pokok Agraria, pada pasal 20 berkaitan SHM ialah: Hak milik ialah hak turun-menurun, paling kuat, dan terpenuh yang bisa dimiliki orang atas tanah. Hak milik bisa berpindah dan diarahkan pada pihak lain

 

Baca juga :

 

Apa persyaratan untuk memperoleh SHM?

Menurut UUPA, cuman masyarakat negara Indonesia yang bisa mempunyai SHM. Karena SHM ialah pemilikan beberapa daerah Indonesia. Disamping itu, tubuh hukum yang seperti ketentuan bisa mempunyai SHM. Karena SHM adalah asset usaha atau instansi.

 

Nach, perbedaannya dengan tanah hak buat, SHM tidak dapat dipunyai oleh orang asing Sedang tanah dengan hak buat bisa dipunyai oleh orang dari luar negeri.

 

Langkah Memperoleh SHM Tanah

Ada dua langkah untuk memperoleh SHM. Pertama bila tanah itu didapat dari jual-beli. Ke-2 , bila tanah itu didapat karena peninggalan. Pada umumnya, ada satu persyaratan document yang membandingkan untuk memperoleh tanah karena dua karena di atas. Untuk tanah yang didapat karena transaksi bisnis, karena itu harus ada Akte Jual Membeli (AJB). Sedang bila tanah SHM itu didapat karena peninggalan, karena itu harus ada Surat Info Waris.

Bila semua document itu telah didapat, karena itu document umum yang perlu dipersiapkan untuk mendapatkan SHM ialah:

• Salinan KTP pemohon (Untuk tanah peninggalan, harus mengikutkan Salinan KTP semua pewaris).

• Salinan Kartu Keluarga

• Salinan Nomor Dasar Harus Pajak

• Bukti Surat Laporan Pajak Terutang (SPPT)

• Bukti pembayaran pelunasan pembayaran Bea Pencapaian Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB)

 

Bila persyaratan ini telah tercukupi, karena itu Anda dapat ke arah Kantor Pertanahan di tempat untuk mengurusi SHM tanah. Anda cukup mendaftar di loket dan mengikut proses yang ada. Bila prosesnya lancar dan ketentuannya komplet, proses penerbitan SHM ini pernah dijanjikan akan usai dalam 98 hari.

 

Bila SHM telah Anda punyai, Anda harus tetap berhati-hati. Betul jika SHM tanah dapat dipunyai tanpa batasan waktu. Tetapi ada beberapa hal yang penting diingat. Yaitu, pemicu raibnya hak pada tanah SHM.

 

Apa SHM Tanah Dapat raib?

Bisa saja. Karena SHM ialah pemberian hak negara ke masyarakat atau instansi di daerah kedaulatan mereka. Ada banyak karena mengapa SHM dapat raib haknya.

 

• Haknya ditarik

Pengadilan dapat mengambil hak SHM tanah seorang. Umumnya ini terjadi bila orang itu menyalahi hukum, mempunyai hutang, atau masalah hukum yang lain yang membuat tanah itu diambil alih pengadilan.

• Pemiliknya memberikan secara suka-rela

Dalam masalah ini pemilik menghibahkan tanah SHM pada pihak lain atau memberinya ke negara.

• Tanah Ditelantarkan

Tanah yang tidak diurusi, dapat diambil haknya oleh negara dan dipakai untuk kebutuhan umum.

• Masyarakat Negara Asing

Dalam kasus tertentu, ada masyarakat asing yang memperoleh tanah karena perkawinan kombinasi, warisan, atau orang Indonesia yang punyai tanah tetapi berpindah kewarganegaraan. Karena itu mereka dapat kehilangan hak milik ini.

• Tanah Hancur

Biasanya tanah ini raib karena ada musibah, pengikisan tempat, atau karena alami yang lain.

 

Nach, bila Anda mempunyai tanah SHM, beberapa hal itu perlu Anda kenali dan dihindari supaya SHM tanah Anda tidak raib. Dengan pahami hak tanah, langkah mendapatkannya, dan pemicu raibnya hak, karena itu Anda dapat semakin waspada.

 

Disaksikan dari kelonggaran dalam pemakaiannya, semua hak atas tanah yang ada, hak milik yang ditunjukkan dengan Sertifikat Hak Milik atau SHM tempati kelas paling tinggi dan mempunyai faedah terbesar untuk pemiliknya.

 

Mengapa begitu? Seperti tertera dalam Pasal 20 UUPA, hak milik atas tanah ialah hak temurun, paling kuat dan terpenuh yang bisa dimiliki orang atas tanah. Berikut ialah beberapa keunggulan Sertifikat Hak Milik atau SHM yang perlu Anda kenali.

 

  • Hak milik atas tanah memberi wewenang untuk memakainya untuk semua jenis kepentingan dengan periode saat yang tak terbatas. Hak milik atas tanah bisa berjalan selama pemiliknya masih hidup.
  • Saat pemiliknya wafat, hak kepunyaannya bisa diteruskan oleh pewarisnya sejauh penuhi persyaratan sebagai subyek hak milik, dan tidak berlawanan dengan ketentuan-ketentuan perundang-undangan yang berjalan.
  • Mempunyai tanah dengan status hak milik terang lebih berprestise bila dibandingkan dengan tanah dengan status Hak Buat Usaha atau HGU, di mana Anda cuman mempunyai hak untuk mengupayakan tanah yang terkuasai langsung oleh negara dalam periode waktu tertentu. Paling lama 60 tahun untuk kepentingan pertanian, perkebunan, perikanan, atau peternakan.
  • Mempunyai kelonggaran lebih bila diperbandingkan Hak Buat Bangunan atau HGB. Dengan HGB, hak Anda untuk membangun dan memiliki bangunan di atas tanah yang bukan milik Anda sendiri dengan periode waktu paling lama 30 tahun.
  • Kenapa mempunyai tanah dengan status hak milik dikatakan sebagai asset? Ini karena walau Anda tidak membangun bangunan atau usaha di atas tanah yang mempunyai sertifikat hak milik atas nama Anda, tanah itu dapat memberikan Anda keuntungan.
  • Tanah yang Anda punyai kecuali bisa dipasarkan untuk memperoleh dana fresh, dapat diagunkan sementara, jadi agunan untuk pinjam dana ke bank, dikontrakkan, diwakafkan, dan sudah pasti bisa diturunkan ke anak cucu tersayang.

 

pengertian sertifikat hak milik (SHM)
Sumber : merdeka.com

Presiden Joko Widodo juga turut menggerakkan pemda untuk mencatat tanah warga dengan cara resmi ke Tubuh Pertanahan Nasional supaya bisa memberikan faedah ekonomi dan kemampuan hukum.

 

Dengan kelebihannya itu, karena itu Presiden Joko Widodo juga turut menggerakkan pemda untuk mencatat tanah warga dengan cara resmi ke Tubuh Pertanahan Nasional supaya bisa memberikan faedah ekonomi dan kemampuan hukum.

 

Persyaratan khusus untuk memperoleh Sertifikat Hak Punyaatau SHM atas tanah untuk subyek perseorangan ialah Masyarakat Negara Indonesia. Seperti tercantum dalam Pasal 21 ayat 1 UUPA, cuman masyarakat Negara Indonesia yang bisa memiliki hak milik.

 

Seterusnya yang dibutuhkan ialah mempersiapkan document yang dibutuhkan sesuai status tanah sekarang ini.

1) Tanah peninggalan atau girik yang masih belum ditetapkan dan ditunjukkan dengan sertifikat hak milik

Lampirkan Surat Info Tidak Perselisihan yang menunjukkan jika tanah itu bukan tanah perselisihan, Surat Info Kisah Tanah yang menjelaskan kisah tanah girik yang barangkali sempat diarahkan beberapa atau semuanya, dan Surat Info Tanah secara Sporadik yang memberikan tanggal pencapaian atau kepenguasaan tanah.

 

2) Tanah Sertifikat Hak Buat Bangunan

Bila ingin diganti jadi tanah bersertifikasi hak milik, karena itu persiapkan sertifikat asli hak buat bangunan (SHGB), foto copy Ijin Membangun Bangunan (IMB).

 

Seterusnya Anda dapat bawa semua document itu ke kantor Tubuh Pertanahan Negara (BPN) seperti posisi daerah tanah ada dan jati diri berbentuk:

  1. KTP
  2. Kartu keluarga,
  3. Foto copy bukti pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan atau PBB tahun berjalan.

3. Ajukan Permintaan Sertifikat

Pada step ini BPN akan menunjuk petugas yang bakal lakukan pengukur ke posisi. Hasil pengukur di posisi akan diciptakan dan dipetakan di BPN dan Surat Ukur ditetapkan atau tandatangani oleh petinggi yang berkuasa.

Seterusnya petugas BPN dan lurah di tempat akan lakukan penelitan, lalu data yuridis permintaan tanah itu akan dipublikasikan di kantor kelurahan dan PBN sepanjang enam puluh hari untuk jamin tidak ada berkeberatan dari faksi lain.

Bila ini tidak memiliki masalah, nanti akan keluar SK Hak Atas Tanah sesudah periode waktu informasi tercukupi, diteruskan dengan penerbitan SK hak atas tanah. Tanah dengan dasar girik ini langsung akan keluar berbentuk Sertifikat Hak Milik (SHM).

Besarnya ongkos pengurusan sertifikat relatif bergantung posisi dan luas tanah. Makin vital dan luas, akan makin tinggi ongkosnya. Selain ongkos pengurusan sertifikat, Anda akan ditanggung Bea Pencapaian Hak Atas Tanah (BPHTB).

Semoga artikel utnuk Pengertian Sertifikat Hak Milik (SHM) ini dapat bermanfaat buat kalian.

 

Baca Juga :

, ,

Post navigation

barara

Im a designer and blogger

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *