Surat Perjanjian Kontrak Rumah dan Cara membuatnya.

Surat Perjanjian Kontrak Rumah

Surat Perjanjian Kontrak Rumah
sumber : prospeku.com

Surat Perjanjian Kontrak Rumah adalah dokumen penting yang harus kalian ketahui jika kalian ingin menyewakan rumah kalian. Saat seorang ingin tempati tempat tinggal yang kamu sewakan, yakinkan selalu memberi surat perjanjian sewa saat sebelum penyewa tinggal di rumah itu. Surat perjanjian kontrak rumah ialah surat perjanjian yang dibikin oleh pemilik rumah secara tercatat untuk keamanan di periode kedepan. Karena ada document yang terdaftar, permasalahan yang terjadi pada kedua pihak bisa dituntaskan secara hukum.

 

Membuat surat perjanjian sewa rumah untuk pertamanya kali pasti tidak gampang. Oleh karena itu, penting untuk ketahui contoh perjanjian sewa rumah yang betul supaya tidak keliru dalam melakukan.

 

Mengikutkan surat perjanjian sewa rumah cukup pemula dilaksanakan warga. Sebagian besar orang lakukan transaksi bisnis itu di balik tangan atau tanpa pengakuan tercatat secara legal.

 

Usaha property sewa perlu didasari dengan perjanjian yang syah di mata hukum. Supaya tidak ada salah pengertian dan konflik di antara penyewa dan pemilik rumah sewa. Disamping itu, yang khusus ialah ada pemenuhan hak dan kewajiban masing-masing faksi. Karena itu dalam sewa-menyewa property rumah perlu dibikin surat perjanjian kontrak rumah.

 

Surat ialah bukti tercatat dalam soal sewa sewa. Surat ini penting untuk dibikin sebab bisa jadi bukti tercatat dalam perjanjian sewa rumah. Menurut pasal 164 Het Herzien Inlandsch Reglement (HIR)/Reglemen Indonesia Yang Diperbarui (RIB), bukti tercatat adalah dari 5 bukti dalam hukum perdata.

 

Selengkapnya bukti lima hukum bukti itu ialah:

 

  1. Bukti tercatat
  2. Saksi
  3. Persangkaan
  4. Pernyataan
  5. Sumpah

 

Isi Perjanjian Surat Kontrak Rumah

 

Nach, dalam Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUHPer) pasal 1867 bukti tercatat dipisah kembali jadi dua: bukti orisinal dan bukti di balik tangan (non-otentik). Bukti orisinal ialah akte yang dibikin di muka petinggi/notaris. Sedang bukti di balik tangan ialah perjanjian yang dibikin di antara faksi penyewa dan pemilik rumah sewa saja. Dalam beberapa kasus, document perjanjian diacuhkan atau mungkin tidak dipatuhi salah satunya faksi. Karena itu dalam membuat surat perjanjian, ada banyak hal yang penting diingat.

 

Baca juga :

 

1. Keaslian identitas dari seluruh pihak

 

Keaslian ini untuk memperlihatkan siapakah yang turut serta dalam pengaturan surat kontrak. Ini ditunjukkan dengan jati diri. Keaslian ini perlu karena dalam beberapa kasus, saat pemilikan rumah berpindah, pemilik baru tidak mengaku isi perjanjian itu.

 

2. Periode waktu kontrak dan harga yang sudah disetujui

 

Periode sewa rumah harus juga dibikin terang dan tegas. Perlu ditulis dengan detil sampai tanggal, bulan, dan tahun. Bila menggunakan istilah hari, harus diikutkan apa hari yang diartikan ialah hari kerja atau hari kalender.

 

3. Isi khusus perjanjian

 

Perjanjian sewa rumah harus memperjelas apa kewajiban dan hak penyewa rumah, dan apa kewajiban dan hak pemilik rumah. Misalkan, siapakah yang wajib melakukan perawatan rumah selama saat sewa. Siapakah yang memikul kerusakan bila ada musibah alam. Ini perlu diterangkan supaya tidak ada ketidaksamaan tafsiran.

 

4. Penentuan resiko pelanggaran berbentuk ancaman atau denda

 

Sebagai resiko dari kewajiban dan hak masing-masing faksi, karena itu harus juga ditekankan apa resikonya bila ada faksi yang tidak penuhi kewajiban mereka.

 

5. Ada materai

 

Materai ini penting, sebab bisa jadikan perjanjian sebagai bukti di pengadilan. Tetapi, ada materai tidak tentukan satu perjanjian itu syah atau mungkin tidak.

 

Karena itu, bila Anda membuat perjanjian ini, akan lebih bagus bila dilaksanakan di muka notaris karena jadikan perjanjian itu jadi akte orisinal. Dengan jadikan surat perjanjian sewa kontrak rumah jadi akte orisinal, karena itu didalamnya tidak dapat dipungkiri, terkecuali penyangkal mempunyai bukti lain.

 

Dalam beberapa kasus, pasangan, pewaris, atau keluarga menentang isi perjanjian sewa sewa rumah. Atau bila rumah dipasarkan di periode kontrak, karena itu posisi Anda masih kuat. Bila membuat surat perjanjian sewa rumah tidak di muka notaris, karena itu jadikan document itu bukan akte orisinal. Tetapi masih menjadi bukti tercatat, asal dibarengi materai. Untuk memperkuat isi surat perjanjian kontrak, Anda dapat mengikutsertakan 2 orang saksi dari tiap-tiap faksi.

 

Fungsi Surat Perjanjian Kontrak Rumah

Timbulnya surat perjanjian kontrak rumah pasti bukan tanpa argumen. Oleh karena itu, surat perjanjian sewa rumah baik itu rumah eksklusif atau rumah biasa harus tetap dilaksanakan. Masalahnya seringkali diketemukan penyewa yang malas membuat surat perjanjian karena rumah yang dikontrakkan benar-benar standard atau karena waktu sewa yang paling sesaat.

 

Walau sebenarnya surat perjanjian mempunyai fungsi penting misalnya:

 

  • Membuat persetujuan tercatat di antara penyewa dan pemilik rumah mengenai beberapa hal yang terkait dengan persewaan rumah.
  • Membuat ikatan hukum yang pasti karena ada document terdaftar
  • Menghindar rusaknya sarana rumah karena kekeliruan penyewa
  • Memberi kenyamanan bagus untuk pemilik atau penyewa
  • Menghindar beberapa hal yang tidak diharapkan sepanjang penyewa tinggal

 

Surat Perjanjian Sewa Rumah Berdasar Kemampuan Hukum

Kenyataannya, persoalan sewa sewa rumah juga masuk ke KUHP Perdata yang mana tercatat dalam pasal 1548 yang mengeluarkan bunyi Sewa-menyewa adalah satu perjanjian, dengan mana faksi yang satu mengikat kan dianya untuk memberi pada pihak yang lain kepuasan dari suatu hal barang, sepanjang satu waktu tertentu dengan pembayaran satu harga, yang oleh faksi itu terakhir itu dipenuhi pembayarannya. Dan masihlah ada beberapa pasal yang lain mengikat mengenai kontrak rumah.

 

Hal-Hal yang Harus Jadi perhatian dalam Surat Perjanjian

Pengerjaan surat sewa sewa seringkali terjadi kekeliruan. Karena itu, 4 ini perlu

jadi perhatian oleh pemilik rumah saat membuat surat perjanjian.

  1. Kekeliruan info penting penyewa seperti identitas yang tidak sesuai dengan seperti disertakan dalam surat seperti nomor KTP yang kurang komplet, nama yang tidak sesuai KTP, dan info penting yang lain mengenai penyewa.
  2. Waktu Pembayaran rumah yang tidak tercantum dimulai dari masa pembayaran sampai waktu jatuh temponya. Walau sebenarnya penting untuk bikin persetujuan mengenai pembayaran supaya segala hal yang terkait dengan persewaan jadi terbuka.
  3. Tidak ada materai dalam surat perjanjian yang membuat surat perjanjian kurang kuat di mata hukum. Materai memang menjadi persyaratan document yang syah dalam tiap aktivitas kependudukan dan poin utama yang lain. Materai memberikan agunan mengenai keaslian satu info yang terdaftar dalam document catat.
  4. Tidak menerangkan mengenai saksi yang diterima kedua pihak jika menyalahi perjanjian yang sudah dibikin.Walau sebenarnya, ada ancaman membuat seluruh pihak sama-sama patuhi hak dan kewajiban yang perlu di kerjakan selama saat persewaan rumah sedang berjalan. Tanpa ancaman, sebuah persetujuan cuman jadi normalitas semata-mata.
  5. Penting untuk memberi info tentang perawatan rumah. Faksi mana yang bertanggungjawab, bagaimana penyewa harus menjaga rumah, dan detil penting lain mengenai perawatan rumah. Masalahnya tanpa persetujuan itu, faksi penyewa pasti bebas lakukan apa pada rumah yang dicarter baik lakukan pengubahan wujud, warna, dan yang lain.

Berikut adalah beberapa contoh dariĀ Surat Perjanjian Kontrak Rumah :

source : mustikaland.co.id

 

image : mustikaland.co.id

 

sumber : mustikaland.co.id

 

Semoga artikel ini bermanfaat ya.

Baca Juga :

, ,

Post navigation

barara

Im a designer and blogger

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *