Cara Membuat SIUP Lengkap dengan Panduannya

Cara Membuat SIUP Lengkap
source : harga.web.id

Cara Membuat SIUP Lengkap

Cara Membuat SIUP Lengkap perlu kita ketahui agar usaha kita dapat diakui sebagai usaha yang sah, namun perlu kita ketahui Kepanjangan dari SIUP ialah Surat Izin Usaha Perdagangan. Menurut Permendag Nomor 36 Tahun 2007 (1), Surat Izin Usaha Perdagangan yang seterusnya disebutkan SIUP ialah surat izin agar bisa melakukan aktivitas usaha perdagangan.

 

Selengkapnya, SIUP sebagai bukti izin yang perlu dipunyai oleh tiap orang atau tubuh usaha yang melakukan aktivitas perdagangan, baik usaha kecil, menengah, atau besar.

 

Pada pasal 2, diterangkan makna perdagangan yakni aktivitas usaha transasksi barang/layanan mencakup jual-beli, sewa membeli, sewa sewa yang dilaksanakan secara berkepanjangan dengan arah peralihan hak atas barang/layanan dan dibarengi dengan imbalan/ganti rugi.

 

Dasar hukum membuat SIUP untuk pemilik usaha ada pada Ketentuan Menteri Perdagangan No. 36/M-DAG/PER/9/2007 mengenai Penerbitan SIUP. Dan, pengubahannya ada di Ketentuan Menteri Perdagangan No. 46/M-DAG/PER/9/2009.

 

Selain itu, ada juga dasar hukum yang lain yakni Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan No.289/MPP/Kep/10/2001 berkenaan Ketetapan Standard Pemberian Surat Izin Usaha Perdagangan.

 

I. Faedah SIUP

 

SIUP dipakai sebagai alat pemerintahan untuk mencatat tubuh usaha perdagangan lebih efisien serta lebih gampang.

 

Bukan hanya untuk pemerintahan, surat izin ini mempunyai faedah yang bisa dirasa oleh pemilik usaha/usaha, yakni sebagai:

 

  • Hal pemberian izin sah – Karena ada bukti atas izin sah dan validitas dari pemerintahan, itu memiliki arti kamu mempunyai pelindungan hukum yang kuat.
  • Persyaratan khusus untuk ajukan utang modal usaha – Saat akan pinjam dana ke perusahaan perbankan, kamu memerlukan SIUP sebagai syarat khusus.
  • Simpatisan aktivitas export dan import – surat izin ini dapat mendukung aktivitas usaha kamu, terhitung dalam soal perdagangan Internasional berkaitan rutinitas export dan import.
  • Peningkat integritas – Usaha kamu akan makin dianggap dan dipercayai oleh warga bila kamu mempunyai bukti izin usaha, hingga pemasaran juga ikut bertambah.
    II. Tipe-Jenis SIUP

Langkah pertama yang perlu dilaksanakan tiap orang saat akan membuat satu usaha perdagangan ialah mendaftarkannya untuk mendapatkan izin dalam memulai usaha itu.

 

SIUP sendiri ialah document yang harus dipunyai oleh perorangan atau tubuh usaha yang akan membangun usaha perdagangan.

 

Ini berlaku bagus untuk pedagang dalam rasio kecil sampai besar dan lintasi wilayah sampai lintasi negara.

 

Baca Juga :

 

Kenapa SIUP Harus Dipunyai Tiap Usaha?

Bila usahamu telah tercatat dan mempunyai Surat Izin Usaha Perdagangan, karena itu maknanya usahamu telah legal untuk lakukan aktivitas usaha.

SIUP penting untuk dipunyai untuk menghindari kamu dari bermacam jenis masalah, seperti diantaranya hal pemberian izin posisi usaha.

Saat sebelum mengulas cara mengurusi SIUP, ketahui dulu yok beberapa jenis dan tempat mengurusi yang penting dipahami.

 

Tipe dan Tempat Mengurusi SIUP

 

Ada keanekaragaman rasio usaha, jadikan Surat Izin Usaha Perdagangan ini terdiri jadi beberapa macam yang dilandasi atas besarnya modal dan kekayaan tubuh usaha.

  1. SIUP Micro – Mempunyai modal dan asset kurang dari Rp50 juta.
  2. SIUP Kecil – Mempunyai modal dan asset lebih dari Rp50 juta s/d Rp500 juta.
  3. SIUP Menengah – Mempunyai modal dan asset lebih dari Rp500 juta s/d Rp10 miliar.
  4. SIUP Besar – Mempunyai modal dan asset lebih dari Rp10 miliar

 

Untuk mengurusi Surat Izin Usaha Perdagangan, kamu dapat melakukan di Kantor Dinas Perdagangan pada tingkat kabupaten atau kotamadya.

 

Disamping itu, kamu bisa juga melakukan di Kantor Servis Hal pemberian izin di tempat (di sejumlah tempat ada Kantor Tubuh Servis Hal pemberian izin Terintegrasi atau BP2T).

 

Persyaratan Administrasi Permintaan SIUP

 

Sesaat akan mengaplikasikan cara mengurusi SIUP, tentu saja kamu harus mempersiapkan lebih dulu bermacam syarat yang perlu dihimpun.

 

Syarat ini sendiri digolongkan berdasar tipe atau wujud usaha yang ditekuni.

 

Berikut bermacam syarat untuk bermacam tipe usaha:

 

1. Perseroan Terbatas (PT)

  1. Foto copy Kartu Tanda Warga (KTP) Direktur Khusus/penanggung jawab perusahaan atau pemegang sahamnya
  2. Foto copy Kartu Keluarga (KK) bila penanggung jawab perusahaannya wanita
  3. Foto copy Nomor Dasar Harus Pajak (NPWP)
  4. Surat Info Domisili atau SITU
  5. Foto copy Akte Pendirian PT dan Surat Keputusan Legitimasi Tubuh Hukum
  6. Surat Izin Masalah (HO) dan Surat Izin Konsep
  7. Neraca perusahaan
  8. 2 helai pas photo Direktur Khusus/penanggung jawab/pemilik perusahaan sama ukuran 4×6
  9. Materai Rp6 ribu
  10. Surat izin tehnis dari lembaga berkaitan (bila disuruh)

 

2. Koperasi

  • Foto copy KTP Dewan pengurus dan Dewan Pengawas Koperasi
  • Foto copy NPWP dan Akte Pendirian Koperasi
  • Daftar formasi Dewan Pengurus dan Dewan Pengawas
  • Foto copy SITU dari Pemerintahan Wilayah (Pemda)
  • Neraca koperasi
  • Metarai Rp6 ribu
  • 2 helai pas photo Direktur Khusus/penanggung jawab/pemilik perusahaan sama ukuran 4×6
  • Izin berkaitan yang lain (contoh: bila usahamu hasilkan sampah, karena itu kamu harus mengurusi izin AMDAL dari Tubuh Pengaturan Imbas Lingkungan Wilayah)

3. Perusahaan Perorangan

  1. Foto copy KTP dari pemegang saham perusahaan
  2. Foto copy NPWP
  3. Surat info domisili atau SITU
  4. Neraca perusahaan
  5. Materai Rp6 ribu
  6. 2 helai pas photo Direktur Khusus/penanggung jawab/pemilik perusahaan sama ukuran 4×6 cm

4. Perusahaan Terbuka (Tbk)

  • Foto copy KTP Direktur Khusus/penanggung jawab/pemilik perusahaan
  • Foto copy SIUP saat sebelum jadi perseroan terbuka
  • Foto copy Akte Notaris Pendirian dan Pengubahan Perusahaan dan surat kesepakatan status perseroan tertutup jadi perseroan terbuka dari Departemen Hukum dan HAM
  • Surat info dari Tubuh Pengawas Pasar Modal yang mengatakan jika perusahaan yang berkaitan sudah lakukan penawaran umum secara luas dan terbuka
  • Foto copy Surat Tanda Akseptasi Laporan Keuangan Tahunan Perusahaan (STP-LKTP) tahun buku paling akhir
  • 2 helai pas photo Direktur Khusus/penanggung jawab/pemilik perusahaan sama ukuran 4×6 cm

Sebagai catatan, bila tempat usaha yang dihuni bukan punya sendiri, kamu kamu harus membuat Surat Izin Pemilik sebagai bukti jika pemilik bangunan/tanah tidak berkeberatan bangunan/tanahnya dipakai.

Surat izin ini harus berisi tanda-tangan di atas materai cukup sebagai bukti kesepakatan sewa-menyewa di antara pemilik tempat dan aktor usaha.

Sesudah semua syarat di atas telah dipersiapkan, berikut waktunya mengulas cara membuat SIUP.

 

Cara Membuat SIUP Lengkap

 

Cara membuat surat izin usaha rupanya tidak seribet yang dipikir oleh beberapa orang.

Seandainya kamu telah mempersiapkan semua document administrasinya, kamu tinggal mengikut beberapa langkah di bawah ini.

 

1. Mengambil Formulir Registrasi

Pemilik usaha dapat langsung bertandang ke Kantor Dinas Perdagangan atau Kantor Servis Hal pemberian izin di tempat untuk ambil formulir registrasi SIUP.

Bila pemilik usaha berhalangan datang, karena itu kamu dapat memerintah orang yang sudah diberi surat kuasa.

Cukup lampirkan surat kuasa yang telah diperlengkapi dengan materai cukup yang sudah diberi tanda tangan.

 

2. Isi dan Tandatangani Formulir Registrasi

Sesudah memperoleh formulir registrasi,langsung isikan dengan info yang komplet dan betul.

Janganlah lupa untuk tanda-tangani formulir tertera di atas materai Rp6 ribu.

Formulir registrasi ini cuman bisa diberi tanda tangan oleh pemilik/Direktur Khusus/ penanggung jawab perusahaan.

Sesudah semua dilaksanakan, seterusnya foto copy formulir itu sekitar 2 helai dan satukan bersama persyaratan administrasi yang sudah dipersiapkan.

Lampirkan surat bermaterai khusus bila kamu memakai layanan faksi ke-3 untuk mengurusi pengerjaan SIUP untuk perusahaan.

 

3. Bayar Ongkos Pengerjaan SIUP

Seterusnya, kamu tinggal membayar ongkos pengerjaan SIUP. Untuk ongkos dan tempat pembayarannya sendiri, tiap kota atau kabupaten mempunyai ketentuan masing-masing yang sudah ditata oleh Ketentuan Wilayah tiap daerah.

 

4. Mengambil SIUP

Sesudah mengikut semua cara membuat SIUP di atas, kamu tinggal menanti sampai surat izin usai dibikin. Umumnya, surat izin ini dapat diterima lebih kurang dua minggu dari waktu permintaan.

Sesudah SIUP usai dibikin, petugas Kantor Dinas Perdagangan akan memberitahu jika SIUP perusahaan telah usai dan siap diambil pada tempat kamu mengurusinya.

 

Contoh SIUP :

Cara Membuat SIUP Lengkap
sumber : koinworks.com

 

Aktor Usaha yang Dibebaskan dari Pemilikan SIUP

Walau surat ini diharuskan untuk semua tipe usaha, ada banyak aktor usaha yang tidak perlu mengurusi surat yang ini.

Ini telah ditata berdasar Ketentuan Menteri Perdagangan RI Nomor: 36/M-DAG/PER/9/2007.

Menurut ketentuan itu, SIUP tak perlu dipunyai oleh:

  1. Kantor cabang perusahaan atau kantor perwakilan perusahaan
  2. Perusahaan kecil perseorangan yang tidak berupa Tubuh Hukum atau Persekutuan, yang diurusi, digerakkan atau diatur sendiri oleh pemiliknya atau bagian keluarga atau famili paling dekat
  3. Pedagang keliling, pedagang asongan, pedagang tepi jalan, atau pedagang kaki lima

Itu cara membuat SIUP lengkap yang penting dipahami oleh kamu yang ingin membuat sebuah usaha. semoga artikel Cara Membuat SIUP Lengkap ini bermanfaat.

 

Baca juga :

, ,

Post navigation

barara

Im a designer and blogger

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *